when a relationship has just begun, a trust has to be stronger than before…
trust
September 8, 2011poem
March 26, 2010“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada
hujan yang menjadikannya tiada”
— Sapardi Djoko Damono
Welcome Party di Esutorejya
April 14, 2008
Awalnya, saya dah sempat nulis tentang ini di friendster, namun tengah-tengah nulis, eh ngetik ding, kehabisan bahan… akhire ya stop..he he he..
Kemarin, apato tempat saya dan beberapa kawan Indonesia tinggal selama ini, mengadakan welcome party tuk penghuni baru. Apato tempat kami tinggal adalah apato bujang atau malah apato mbujang… karena disini kami statuse mbujang….Sepertinya, kebiasaan di Jepun adalah, akhir maret saatnya selesai sekolah dan selesai konttrak apato, dan april adalah saat penghuni baru pada masuk dan tinggal paling tidak satu tahun.
Acara dimulai jam 12 siang, emang waktu yang tepat tuk saat makan siang. Awalnya, saya pikir, acara ini akan rada formal, tapi ternyata tidak. Acara diadakan di lapangan parkir Esutorejya, langsung ketemu Koizumi san di meja penerima tamu, sapat kertas tuk ditulis nama, sekolah dan asal negara, berikut mengambil 1 bungkus snack yang dah ada nomornya, kata Koizumi san, bakal ada door prize…. Setelah itu, ambil minum and ngider ngeliatin makanan apa yang bisa diSANTAP….Sayangnya, ga semua makanan yang dihidangkan bisa saya makan, santai aja.. tetap ada yang bisa dimakan dan diminum. Hanya satu kawan yang bisa komen semua makanan yang ada disitu… karena beliau bisa ngider dari satu stan ke stan yang lain… he he he.. gomen ya…
Sembari kami yang datang ke party makan dan minum, sang pemilik apato ngider ngunjungi tamu satu persatu. Nyaris ga percaya kalo beliau adalah pemilik apato ini. Penampilannya sangat sederhana saat itu, training kaos, jaket adan topi. Ya mungkin karena ga pengen terlalu terlihat lain dari tamu yang hadir, anak kos. Satu poin saya dapat, dia bisa tempatkan dirinya tanpa lambang status yang dia miliki. Lalu sang owner memberikan kata sambutan dan memperkenalkan pegawai-pegawainya dari yang mengurus sampah hingga administrasi.
Party diakhiri dengan pembagian door prize, anak sang ownerlah yang membagikannya. Tentang door prize, yang diberikan adalah semmbako, dari beras, air mineral, mie instant hingga tissue toilet. Bener-bener hadiah untuk anak kos. Karena tidak semua penghuni apato datang, masih banyak hadiah yang tersisa. Sang owner dan staf nya, membagikan semua hadiah itu, hingga tak tersisa. Satu hal lagi yang dapat saya petik, bahwa, saat seseorang itu telah meniatkan untuk memberikan sesuatu pada orang lain, sesuatu itu bener-bener harus sampai, tidak ada yang tersisa. Well, itu semua hanya apa yang ada di pikiran saya.. he he he….
